Kedua cagar budaya itu adalah patung gajah berlapis emas dan sebuah tombak Tunggul Wulung semuanya peninggalan kolonial Belanda, kata petugas Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Musirawas Adi, Kamis.
Ia mengatakan, hingga saat ini pemerintah daerah belum berhasil menemukan dua cagar budaya tersebut, setelah beberapa kali menghilang sejak tahun lalu.
Kedua cagar budaya itu awalnya ditemukan di Desa G1 Mataram dalam wilayah Kecamatan Tugumulyo setempat, lokasi itu sebelumnya bekas areal perkantoran Belanda saat membangun jaringan irigasi teknis setempat sekitar tahun 40-an.
Informasi terakhir didapat dari pihak keluarga yang menemukan benda bersejarah itu menyebutkan, kedua benda pusaka tersebut dipercaya bisa kembali ke lokasi tempat ditemukan dengan sendirinya.
Hal itu dibenarkan para ahli bahwa diyakini kedua benda tersebut bukan hilang dicuri, tetapi memang hilang sendiri secara misterius.
Namun demikian pihak Disbudpar tetap kerepotan dan bingung sebab hilangnya dua benda itu petugas di dinas itu bisa diproses secara hukum. (*/ADT)
Pewarta: Oleh Zulkifli Lubis: I Nyoman Aditya T I
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.