Denpasar (Antara Bali) - Sekitar 1,3 juta jiwa penduduk Provinsi Bali terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional 2014.

"Untuk sementara jumlahnya 1,3 juta jiwa. Kami perkirakan jumlah itu akan terus bertambah," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya di Denpasar, Rabu.

 Ia menyebutkan jumlah peserta JKN yang sudah terdaftar berasal dari kalangan PNS, TNI/Polri, peserta Jamsostek yang seluruhnya mencapai 365.366 orang ditambah masyarakat kurang mampu sebanyak 904.589.

Sampai saat ini Dinkes Provinsi Bali telah menyiagakan tenaga pelayanan kesehatan di sembilan kabupaten/kota sebanyak 10.971 orang yang terdiri dari dokter umum sebanyak 1.052 orang, dokter gigi (376), dokter spesialis (459), perawat (4.841), bidan (2.578), farmasi (558), ahli gizi (377), petugas kesehatan masyarakat (344), dan petugas sanitasi (386).

"Jumlah petugas itu akan terus kami tambah seiring tren peningkatan peserta JKN dan kami akan terus menyosialisasi seluruh masyarakat agar terlayani secara keseluruhan dengan baik," kata Ketut Suarjaya.

Sosialisasi akan terus dilakukan hingga pelaksanaan JKN dimulai awal 1 Januari 2014 secara serentak di seluruh Indonesia.

JKN menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004.

Ketut Suarjaya menuturkan SJSN bertujuan memenuhi kebutuhan dasar kesehatan bagi masyarakat dengan prinsip kegotongroyongan, nirlaba, keterbukaan atau akuntabilitas, berkelanjutan, kepesertaan bersifat wajib, dana amanat, dan pengelolaan dana untuk peserta.

Manfaat JKN tesebut, lanjut dia, sebagai wadah pelayanan promotif, pengobatan, dan penyembuhan termasuk obat dan bahan medis habis pakai sesuai kebutuhan medis.

Ia menambahkan bahwa pelayanan kesehatan tidak berubah dan pihaknya akan memberikan pelayanan dengan baik dan menyiapkan tenaga kesehatan yang profesional.

"Kami ingin pelayanan berkualitas karena BPJS bukan hanya pengobatan, namun juga berfungsi pencegahan dan penyuluhan," ujarnya. (WRA) 

Pewarta: Oleh I Made Surya
: I Gede Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026