"Hampir satu tahun kami menunggu, tapi belum ada jawaban sampai sekarang," kata Nyoman Sutarma, mantan guru SD Negeri 2 Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat.
TPG yang seharusnya mereka terima sebesar Rp3,2 juta hingga Rp3,9 juta per bulan. "Kami juga sudah mendatangi UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Selemadeg Barat. Pihak UPTD memerintahkan kami memperbaiki administrasi. Setelah lakukan tetap saja TPG tidak cair," ujarnya.
Mereka yang mendatangi gedung DPRD Kabupaten Tabanan itu tercatat sebagai guru dekonsentrasi yang pensiun sejak Desember 2012. TPG yang belum mereka terima selama periode November-Desember 2012.
Menurut Sutarma, pihaknya juga sudah mengirimkan surat kepada Bupati Tabanan dan Ketua DPRD setempat pada Kamis (12/12) lalu.
"Kami berharap Bupati segera menyelesaikan persoalan ini karena TPG itu hak kami," ujarnya.
Lambatnya pencairan TPG, lanjut dia, bukan terjadi kali ini saja. "Dulu ketika kami masih aktif mengajar juga sering terlambat," kata Sutarma.
Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Tabanan, Putu Oka Mahendra, yang menerima kedatangan para pensiunan guru itu berjanji akan meneruskan pengaduan tersebut ke Komisi IV.
"Kami prihatin dengan masalah ini. Nanti persoalan ini kami sampaikan ke Komisi IV yang membidangi masalah pendidikan," katanya.(WRA)
Pewarta: Oleh Wayan Suar Eka Buana: I Gede Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.