Denpasar (Antara Bali) - Pengembangan pola pertanian terintegrasi yang dirintis Gubernur Made Mangku Pastika dan Wagub AAN Puspayoga diharapkan bisa diperluas, mengingat sektor pertanian menjadi tumpuan harapan hidup sebagian besar masyarakat Bali.

"Terobosan yang dilakukan itu sangat baik, namun jangkauannya perlu diperluas," kata Ketua kelompok tani Kabupaten Bangli Ketut Manuhara, Minggu.


Ia mengaku bersama petani lainnya di Kabupaten Bangli memiliki lahan yang cukup untuk mengembangkan komoditi pertanian, namun tidak kebagian proyek tani terintegrasi yang dibiayai Pemprov Bali.


Oleh sebab itu petani andalan tersebut langsung menyampaikan proposal yang sebelumnya sudah pernah dikirimkan kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menghadiri "simakrama" (temu wicara) dengan berbagai elemen masyarakat Bali di wantilan DPRD Bali, Sabtu (29/5).

Ketut Manuhara berharap usulan yang sudah beberapa kali disampaikan itu dapat ditindaklanjuti dan mendapat perhatian dari Gubernur Pastika.

Pengembangan pola pertanian terintegrasi itu dinilai sangat penting dalam memberikan kemudahan kepada petani, sekaligus meningkatkan pendapatan kesejahteraan petani Bali yang umumnya masih di bawah garis kemiskinan.

Gubernur Pastika yang didampingi Wagub AAN Puspayoga menyambut baik usulan kelompok tani dari Kabupaten Bangli dan segera akan memprioritaskan pengembangan pola tani terintegrasi di Kabupaten Bangli.

Pemerintah Provinsi Bali menurut Kabag Publikasi dan Dokumentasi Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng mengalokasikan dana sebesar Rp8 miliar untuk bantuan sosial bidang pertanian yang khusus diarahkan untuk pengembangan 40 gabungan kelompok tani (Gapoktan) dalam tahun 2010.

Dana yang bersumber dari APBD Bali 2010 menitikberatkan pola pengembangan tani terintegrasi sebagai kelanjutan program tahun sebelumnya. Kegiatan serupa tahun 2009 menjangkau pengembangan sepuluh unit Gapoktan dengan dukungan dana Rp2,3 miliar.

Pola pengembangan pertanian tersebut digarap secara terpadu oleh instansi teknis, dengan memprioritaskan desa-desa yang warganya 35 persen lebih masih menyandang predikat miskin.

Ketut Teneng menjelaskan, pengembangan pertanian terintegrasi yang digagas Gubernur Bali Made Mangku Pastika sebagai upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, minimal dua kali lipat pada tahun 2013.

Sepuluh unit percontohan pola pertanian terpadu yang digarap tahun 2009, diharapkan bisa ditiru Gapoktan yang menjadi sasaran pengembangan 2010.

Ia berharap, dengan adanya proyek percontohan itu, kegiatan serupa yang digarap tahun ini tidak menghadapi hambatan dan kesulitan yang berarti.

"Petani sebelum mengembangkan pola pertanian terintegrasi itu terlebih dahulu bisa melihat dari dekat aktivitas petani dalam mengembangkan pola terpadu, baik menyangkut sektor peternakan, perkebunan, perikanan maupun mengembangkan tanaman sela," ujar Ketut Teneng.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026