"Ketegangan hubungan diplomatik Indonesia-Australia sama sekali tidak memengaruhi turis asal negeri Kanguru itu untuk liburan ke Pulau Dewata," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Gede Suarsa di Denpasar, Senin.
Namun BPS baru mencatat kunjungan wisatawan Australia ke Bali pada bulan Oktober 2013 atau sebelum terjadinya ketegangan hubungan diplomatik.
"Masyarakat Australia telah menjadikan Bali sebagai rumahnya yang kedua sehingga mereka tetap berwisata ke Bali meskipun ada larangan dari negaranya untuk berhati-hati ke Indonesia," ujar Gede Suarsa.
Pengamat pariwisata Made Sudana dalam kesempatan terpisah menilai, ketegangan hubungan diplomatik Indonesia-Australia sama sekali tidak memengaruhi turis asal negeri kanguru itu berliburan ke Bali.
"Masyarakat Australia dalam berwisata ke Bali merasa aman-aman saja. Peringatan Pemerintah Australia kepada warganya yang berkunjung ke Indonesia itu wajar-wajar saja karena pemerintahan mana pun akan mengeluarkan peringatan serupa jika bermasalah dengan negara lain," ujarnya. (*/ADT)
Pewarta: Oleh I Ketut Sutika: I Nyoman Aditya T I
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.