"Sampai sekarang narapidana itu masih menjalani perawatan intensif di sini," kata Direktur Utama RSUD Buleleng, Made Wiartana, di Singaraja, Minggu.
Tidak diketahui pasti motif perbuatan nekat yang dilakukan narapidana kasus penyalahgunaan narkoba yang diketahui bernama Aris Ardiana itu.
"Kami sudah memberikan obat pencahar perut agar paku dan staples (isi stapler) di dalamnya bisa keluar secara alami," katanya.
Akibat dari ulah nekatnya itu, Aris sempat muntah-muntah dan mengeluarkan darah saat buang air besar. Diduga paku dan isi stapler itu melukai organ dalam tubuhnya.
Sebelumnya, seorang narapidana narkoba lainnya I Gusti Ngurah Arya Wangsa meninggal dunia akibat menderita penyakit lever, Sabtu (21/11) lalu.
Namun hingga berita ini ditulis, Kepala LP Singaraja Heru Prasetyo tidak berhasil dikonfirmasi terkait musibah yang menimpa warga binaannya itu. (M038)
Pewarta: Oleh I Made Tirthayasa: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026