Dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Buleleng di Singaraja, Rabu, anggaran pendapatan tahun 2014 sebesar Rp1.460.391.461.761, sedangkan anggaran belanja mencapai Rp1.597.826.461.761 sehingga ada selisih Rp137,435 miliar.
"Hal ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi Buleleng dalam menjalankan program pembangunan," kata Putu Mangku Budiasa selaku juru bicara Badan Anggaran DPRD Kabupaten Buleleng.
Ia berharap besarnya belanja daripada pendapatan itu dapat diatasi melalui sisa lebih penggunaan anggaran (silpa).
"Memang pola semacam ini bisa menyebabkan tidak optimalnya pelaksanaan pembangunan dan dapat menurunkan realisasi program kerja pemerintah," kata Budiada.
Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana meminta instansi di daerahnya bisa meningkatkan pendapatan asli daerah dengan memanfaatkan berbagai potensi yang ada.
"Kami juga akan melakukan penghematan semaksimal mungkin dengan mempertajam program berskala prioritas yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu. (LHS)
Pewarta: Oleh I MadeTirthayasa: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.