Pernyataan itu disampaikan oleh Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia T.M. Hamzah Thayeb dalam kunjungan kerja ke kota Edinburgh, demikian Sekretaris Tiga KBRI London, Yodho Priambudi kepada Antara London, Minggu.
Dubes RI menyatakan bahwa para pemimpin Indonesia dan Inggris sepakat untuk melipat gandakan angka perdagangan dan investasi bilateral antara kedua negara pada tahun 2015.
Kunjungan kerja ke kota Edinburgh ditujukan untuk mendukung target tersebut dan untuk membangun dan meningkatkan kerja sama perdagangan, investasi, dan pendidikan
Sejalan dengan tujuan Dubes RI, Neil Francis, Direktor Operasi Internasional dari Scottish Development International (SDI), menegaskan SDI berupaya mendukung upaya tersebut.
Skotlandia saat ini fokus pada kerja sama perdagangan dan investasi serta berbagai bidang lainnya, seperti teknologi energi terbarukan, minyak dan gas, life sciences, teknologi engineering, pariwisata, makanan dan minuman, tekstil, serta jasa finansial dan bisnis serta peningkatan kerja sama di bidang pendidikan.
Dalam kunjungn Ke Skotlandia, Dubes didampingi staf KBRI London dan mengadakan pertemuan dengan kalangan pelaku usaha setempat dalam format pertemuan one-on-one, dan diterima secara resmi di ruang pertemuan City Chambers oleh Councillor Norman Work.
Dubes juga mengadakan pertemuan dengan para pimpinan universitas dan civitas akademika di Edinburgh, Ketua Komite Internasional universitas-universitas Scotland, Professor Nigel Seaton.
Nigel yang baru kembali dari Indonesia pada September lalu dan mengunjungi beberapa daerah seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Medan, menceritakan pengalamannya memimpin delegasi yang beranggotakan 12 perwakilan universitas, SDI, British Council Scotland dan Universities Scotland .
Dubes mendorong pengembangan kerja sama pendidikan dan berharap bahwa para pelajar dari kedua negara dapat lebih meningkatkan saling pengertian mengenai potensi budaya dan ekonomi dari masing-masing negara. (*/DWA)
: Dewa Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.