"Kobaran api sempat membesar, tetapi sudah berhasil dipadamkan dan tidak sampai merembet ke bangunan vila lainnya," kata seorang pegawai Villa tersebut saat dihubungi lewat telepon kantornya yang tetap berfungsi karena bangunannya tidak turut terbakar.
Saksi mata itu menjelaskan bahwa api diketahui sudah berkobar di bagian atap yang terbuat dari ilalang di salah satu bangunan vila.
Melihat kobaran api semakin membesar, salah seorang pegawai itu segera menghubungi petugas pemadam kebakaran Pemkab Badung, yang tak lama kemudian datang dengan mobil pemadam.
Setelah bekerja keras selama sekitar setengah jam, kobaran api berhasil dijinakkan, sehingga tidak sampai menjalar ke bangunan vila lainnya.
"Kobaran api sudah berhasil dipadamkan. Kebetulan kunjungan tamu hari ini sepi," katanya sembari menambahkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Pegawai itu menyebutkan bahwa di lokasinya terdapat 19 unit vila. Meski terjadi kebakaran, Villa The Macho akan terus beroperasi dan semua karyawan juga tetap bekerja.
Meski pertama melihat kobaran api di bagian atap vila, namun saksi mata itu mengaku tidak tahu penyebab kebakaran, karena peristiwanya berjalan dengan cepat.
Upaya memadamkan kebakaran yang terjadi bertepatan umat Hindu libur Hari Raya Galungan itu melibatkan sedikitnya lima unit mobil pemadam kebakaran atau PMK.
Dari PMK Badung tiga unit dibantu dua unit mobil pemadam dari dari Jalan Kunti, Seminyak, kata Agung Mahendra, seorang petugas PMK Badung.
Kebakaran itu membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi guna melihat peristiwa tersebut, sementara warga lainnya ikut membantu memadamkan api bersama petugas.
Penyebab kebakaran belum diketahui dan petugas dari Polsek Kuta Utara maupun Unit Identifikasi Poltabes Denpasar masih melakukan penyelidikan di lokasi.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.