"Peningkatan tersebut ditopang oleh semakin membaiknya harga komoditi pertanian antara lain sayur kol, kubis, jeruk, pisang dan aneka jenis buah-buah lainnya" kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali Ida Komang Wisnu di Denpasar, Selasa.
Ia mengatakan, peningkatan Nilai tukar petani (NTP) pada sub sektor pertanian didorong oleh kenaikan harga produsen jeruk, nangka dan pisang.
Sementara biaya yang dikeluarkan petani mengalami penurunan, terutama barang-barang yang dikonsumsi petani untuk kelompok bahan makanan maupun makanan jadi.
Dengan demikian daya tukar petani Bali berada di atas angka rata-rata nasional yang hanya 101,20 persen.
Ida Komang Wisnu menilai, kondisi itu menunjukkan semakin membaiknya daya tukar petani Bali, meski NTP nasional pada bulan April 2010 menurun sebesar 0,05 persen.
Hal itu berpengaruh terhadap indek harga konsumen (IHK) di Bali yang mengakibatkan terjadinya inflasi sebesar 0,32 persen.
Bali menempati urutan kelima dari 15 provinsi di Indonesia yang mengalami hal serupa selama bulan April 2010. Dari 32 provinsi yang menjadi sasaran pengamatan 17 provinsi lainnya mengalami deflasi pedesaan.
Inflasi pedesaan tertinggi terjadi di Kalimantan Tengah sebesar 0,86 persen dan deflasi pedesaan tertinggi dialami sulawesi Tengah sebesar 0,73 persen, tutur Ida Komang Wisnu.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.