"Gubernur Sulsesl H. Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika rencanannya menandatangani naskah kerjasama tersebut di Denpasar pertengahan bulan ini," kata Kabag Publikasi dan Dokumentasi Biro Humas Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar Kamis.
Ia mengatakan, kerjasama kedua Pemprov itu dirancang sejak lama yang diharapkan segera bisa terealisasi yang satu sama lainnya saling mengisi dalam menyempurnakan pembangunan kedua daerah tersebut.
"Gubernur Sulsel dan rombongan akan datang ke Bali setelah umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan hari kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan) yang jatuh pada 12 Mei mendatang.
Rombongan dari Sulsel selama di Bali juga akan melihat dari dekat usaha industri kecil dan kerajinan rumah tangga, yang selama ini menjadi tulang punggung perolehan ekspor nonmigas Bali.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan H. Andi Muallim ketika menerima 28 peserta Media Informasi Pembangunan yang dipimpin Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Putu Suardhika pekan lalu berharap kerja sama Bali-Sulsel segera terealisasi.
Kerja sama tersebut menyangkut upaya memajukan sektor pariwisata di Kawasan Tanah Toraja.
Melalui kerjasama Pemprov Bali-Sulsel diharapkan mampu mendatangkan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Selatan, khususnya ke Tanah Toraja.
Kerja sama tersebut sebenarnya sudah pernah terjalin sebelum tragedi bom Bali 12 Oktober 2002.
Pascatragedi yang merenggut 202 korban jiwa dan ratusan luka-luka itu, pariwisata Bali secara bertahap kembali pulih, sementara kawasan pariwisata Tanah Toraja, Sulsel "mati suri".
Bali yang setiap tahunnya menerima 2,3 juta wisatawan mancanegara ke depan diharapkan mampu mengarahkan turis selesai menikmati liburan di Bali melanjutkan perjalanan wisata ke Sulsel.
Tanah Toraja memiliki keunikan seni budaya serta panorama alam yang tidak kalah dengan Bali, ujar Sekda Andi Muallim.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.