"Kami membangun Bangli dari desa sehingga gotong royong ada di sana. Membangun desa dari keluarga dan lebih didetailkan lagi membangun keluarga dari diri sendiri," kata Bupati Bangli, Made Gianyar dalam sarasehan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat untuk Mendukung Masterplan, Percepatan, dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Denpasar, Senin.
Menurut dia, strategi melalui klaster ekonomi tersebut ditetapkan tiga model yakni klaster komoditas yang berorinetasi pada pasar ekspor dan luar negeri, klaster yang berorientasi pada pasar dalam negeri, dan klaster yang berorientasi pada pasar lokal.
Dia menjelaskan bahwa klaster pertama lebih dititikberatkan pada komoditas pertanian kopi dan objek wisata berupa objek wisata desa tradisional.
Sedangkan klaster dalam negeri di antaranya sapi, jeruk, dan kerajinan kayu dan bambu. Sementara itu untuk klaster lokal lebih ditekankan pada pasar yang berorientasi lokal di antaranya peternakan ayam, ikan, dan hasil kayu albesia.
Gianyar mengungkapkan bahwa gerakan pembangunan ekonomi masyarakat di kabupaten sejuk itu masih bertumpu pada sektor pertanian yang menyumbang hampir 33,07 persen perekonomian Bangli, disamping pajak hotel dan restoran (25,98 persen), jasa (22,41) dan sektor industri dan sektor lainnya (18,54). (DWA)
Pewarta: Oleh Dewa Wiguna: Dewa Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.