"Kami belum bisa menggali dana di luar APBD. Hal itu juga terkait kondisi ekonomi dan politik belakangan ini yang kami khawatirkan bisa menyebabkan terjadinya tumpang tindih dalam pencarian dana," kata Ketua Umum KONI Bali Drs Made Nariana di Denpasar, Kamis.
Bali yang memiliki sedikitnya 50 pengurus cabang olah raga, membutuhkan dana besar dalam upaya membina atlet-atlet untuk bisa menciptakan pemain yang tangguh dan berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
Pengurus provinsi pada cabang olah raga yang ada, katanya, memerlukan dana dan mereka di antaranya menggali dari donatur kalangan pengusaha, mitra kerja dan masyarakat penggemar olah raga.
Nariana mencontohkan, pihaknya dapat memberikan dana sekitar Rp30 juta per cabang olah raga dalam setahun, tetapi yang bersangkutan dalam mengikuti suatu program kejuaraan nasional, memerlukan dana Rp150 juta.
Kekurangan dana tersebut dimohonkan kepada donatur, pengusaha dan sebagainya. Karena itu jika KONI Bali mencari dana lagi dengan sistem yang sama, dikhawatirkan akan terjadi tumpang tindih dan dikeluhkan pihak donatur.
KONI Bali dalam tahun 2010 kecipratan dana APBD sekitar Rp3,6 miliar, untuk membiayai semua aktivitas termasuk pemberian dana tali kasih kepada sekitar 60 atlet dan pelatih terbaik sebesar Rp1 juta per orang.
Dana sebesar itu tidak sepenuhnya dikelola KONI Bali, tetapi sudah dibagi-bagikan langsung melalui rekening bank pengurus cabang olah raga yang ada dengan jumlah yang sudah ditetapkan sebelumnya, tutur Nariana.
Namun pembinaan cabang olah raga berprestasi di Pulau Dewata tidak hanya terpaku pada dana yang disediakan pemerintah. Berkat kerja keras yang dilandasi semangat pengabdian, atlet Bali mampu berbicara di tingkat nasional.
Nariana mengatakan, ada sejumlah atlet andalan dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan nasional di Jakarta, selain memperkuat tim Indonesia yang maju ke Asia Beach Gams (ABG) di Oman.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.