Tampaksiring (Antara Bali) - Upaya untuk bisa memenuhi kebutuhan energi listrik di Bali masih harus menunggu pelaksanaan pembangunan kabel bawah laut September 2011.
"Material untuk membangunan kabel bawah laut itu masih harus disiapkan dan menunggu cuaca perairan Selat Bali yang kondusif pada September-Oktober tahun depan," kata Dirut PLN, Dahlan Iskan, Senin.
Ditemui ANTARA di sela-sela rapat kerja presiden di Istana Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, disebutkan bahwa pasokan energi listrik di daerah pariwisata internasional itu pada pertengahan 2010 baru bisa ditambah 60 megawatt.
"Itu artinya baru akan bisa meniadakan pemadaman listrik bergilir dan kemungkinan memenuhi sebagian kecil dari ribuan daftar tunggu di Bali," katanya.
Menurut Dahlan Iskan, pembangunan kabel bawah laut telah ditenderkan, namun belum bisa diwujudkan pada tahun ini. Hal itu karena materialnya harus dipersiapkan dulu dan pemasangannya menunggu cuaca yang mendukung.
Jika kabel bawah laut di Selat Bali berkapasitas 200 MW masuk ke sistem kelistrikan di Bali, maka ribuan daftar tunggu di Pulau Dewata selurhnya dapat dipenuhi.
Dengan demikian, nantinya kelistrikan di Bali yang telah menerapkan standar internasional, maka akan mampu memberikan pelayanan secara tuntas dan memuaskan, tambah Dahlan Iskan.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.