"Perolehan devisa tersebut78,59 persen di antaranya ditopang oleh hasil industri kecil dan kerajinan rumah tangga, hasil sentuhan tangan-tangan terampil perajin dan seniman Pulau Dewata," kata Kepala Biro Humas Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Sabtu.
Ia mengatakan, hasil industri skala rumah tangga mampu meraih devisa sebesar 79,58 juta dolar AS atau memberikan kontribusi 36,69 persen dari total ekspor daerah Bali.
Perolehan dari pengapalan ikan dalam kaleng, komponen rumah jadi, kerajinan plastik, sepatu, tas serta tekstil dan produk tekstil itu meningkat 12,69 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 70.62 juta dolar AS atau kontribusinya 34,53 persen dari nilai ekspor saat itu 204,53 juta dolar AS.
Ketut Teneng menambahkan, demikian pula perolehan devisa dari hasil industri kerajinan rumah tangga meningkat 1,28 persen dari 89,74 juta dolar AS pada lima bulan pertama 2012 meningkat menjadi 90,89 juta dolar AS pada periode yang sama tahun 2013.
Namun andilnya terhadap perolehan devisa menurun dari 43,88 persen pada lima bulan pertama 2012 menjadi 41,90 persen pada kurun waktu yang sama tahun 2013.
Demikian pula hasil perkebunan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dari 89.473 dolar AS menjadi 442.179 dolar AS. (WRA)
Pewarta: Oleh I Ketut Sutika: I Gede Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.