Denpasar (Antara Bali) - Calon atlet harus dibina sejak usia dini secara berkelanjutan, sehingga pada saat yang tepat dapat menghasilkan pemain berprestasi dari berbagai cabang olah raga, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Pembina olah raga umumnya menggembleng atlet yang sudah jadi, maka sulit untuk dapat dibentuk sesuai harapan. Kondisi ini telah menyebabkan olah raga di kita tidak bisa berkembang," kata Ketua Harian Badan Pembina Olah Raga Pelajar (Dapopsi) Bali, I Gusti Agung Susila di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan hal itu seusai memberikan pemaparan pembinaan kepada sekitar 30 guru olah raga tingkat sekolah dasar, SMP dan SMA. Mereka merupakan peserta penataran dalam rangka meningkatkan pembinaan atlet-atlet berbakat di lingkungan para pelajar di Pulau Dewata.

Untuk bisa menghasilkan atlet berprestasi, banyak hal harus diperhatikan sejak dini, antara lain masalah postur tubuh anak, lingkungan keluarganya, mental, bakat, termasuk lingkungan masyarakat dan pemerintahnya.

Anak senang menekuni salah satu cabang olah raga yang cocok dengan bakat dan postor badan yang dimiliki, termasuk masyarakat lingkungannya sangat mendukung, tetapi orang tuanya sendiri kurang memberikan perhatian akibat tidak ada jaminan kepada masa depan, maka atlet seperi itu tidak bisa berkembang, katanya.

"Begitu pula pemerintah kurang mampu menyediakan sarana maupun prasarana olah raga yang memadai dan masyarakat lingkungannya 'cuek' terhadap olah raga, jangan harap kita bisa memiliki atlet berprestasi," ujar Agung Susila.

Ia mencontohkan, ada karyawan hotel menjadi atlet, namun saat pemusatan latihan untuk Pekan Olah Raga Nasional (PON), atlet itu tidak diberikan izin untuk latihan, bahkan diancam dengan kata-kata, "Kalau mau olah raga silahkan angkat kaki dari perusahaan ini."

Kondisi yang sangat menghambat kemajuan atlet seperti itu, kata dia, sering kali dijumpai di lapangan.

Agung Susila mengatakan, adanya perhatian pemerintah lewat Diknas dengan memberikan palatihan kepada sejumlah guru olah raga di daerah ini, diharapkan mampu memunculkan atlet-atlet andal di kemudian hari.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026