"Perhatian itu diperlukan agar keempat kawasan tersebut bisa mengejar ketertinggalannya dari wilayah-wilayah lain di Bali," katanya dalam laporan hasil kajian ekonomi regional yang diterima ANTARA di Denpasar, Selasa.
Ia mengklasifikasi beberapa daerah di Bali dalam beberapa kategori. Daerah cepat maju dan cepat tumbuh adalah Kota Denpasar sebagai pusat pemerintahan dan bisnis serta Kabupaten Badung yang memiliki potensi objek wisata, seperti Kuta.
Sementara Kabupaten Klungkung termasuk daerah maju tapi tertekan, dalam arti meskipun pendapatan per kapitanya tinggi, namun pertumbuhannya rendah. Pemerintah perlu menggerakkan sektor-sektor potensial di daerah itu untuk memacu pertumbuhan ekonominya.
Ronald mengemukakan, untuk daerah berkembang cepat di Bali adalah Kabupaten Buleleng yang saat ini mulai mengembangkan potensi wisata Pantai Lovina sehingga menggerakan sektor ekonomi kawasan utara dan Gianyar dengan potensi Ubud sebagai pusat pasar seni yang terkenal ke mancanegara.
Ia mengemukakan, Provinsi Bali yang memiliki delapan kabupaten dan satu kota, masing-masing daerah memiliki potensi ekonomi dan karakteristik sosial yang secara bersama-sama mendukung perekonomian Pulau Dewata secara keseluruhan.
"Identifikasi potensi dan keunggulan daerah mempermudah perencanaan pengembangan ekonomi daerah. Hasil identifikasi produktivitas per satuan wilayah melalui penghitungan densitas ekonomi menunjukkan bahwa Kota Denpasar merupakan daerah dengan output perekonomian tertinggi," katanya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.