"Untuk merangsang minat wisatawan, kami tidak memungut biaya terhadap wisatawan yang memasuki kawasan itu," kata Kepala Seksi Pengembangan Agrobisnis dan Hortikultura Dinas Pertanian Jatim, Sumianto Aji, di Surabaya, Rabu (7/4).
Selain menjadi kunjungan wisata, Dinas Pertanian juga menjadikan tempat tersebut sebagai pusat studi pertanian.
Sumianto menjelaskan, paket wisata pertanian yang gratis itu tidak termasuk pemanfaatan hasil pertanian yang berada di lokasi wisata.
"Pengunjung yang ingin menikmati buah-buahan dan berbagai produk olahan hasil pertanian, tetap harus membayar sesuai dengan tarif yang berlaku," katanya.
Ia menyebutkan, di kawasan tersebut terdapat kebun dengan berbagai koleksi tanaman. Selain itu juga terdapat kebun percobaan, rumah kaca, beragam laboratorium, dan ruang kultur jaringan, serta tempat pelatihan pascapanen untuk pengolahan produk pertanian.
"Tempat tersebut merupakan salah satu wahana diseminasi hasil penelitian pertanian, media komunikasi institusi penelitian dengan komunitas sekelilingnya, dan sebagai tempat wisata yang berwawasan iptek bagi masyarakat," katanya.
Selain di Sidoarjo, Pemprov Jatim juga mengembangkan objek wisata pertanian di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Mojokerto. "Konsep ini kami adopsi dari sistem pertanian di China dan Thailand," kata Sumianto.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.