Negara (Antara Bali) - Pemborong di Kabupaten Jembrana mengaku, tidak terpengaruh dengan kenaikan harga BBM, karena mereka sudah mempersiapkan material sejak pemerintah baru merencanakan kenaikan BBM.

"Sejak awal tahun saya sudah membeli material dalam jumlah besar, mengantisipasi kenaikan harga BBM. Saat sekarang BBM benar-benar naik, proyek-proyek yang saya kerjakan tidak terlalu terpengaruh," kata Ketut Sarwa, salah seorang pemborong, Minggu di Negara.

Menurut Sarwa, dalam pengerjaan proyek, pengeluaran terbesar rekanan atau pemborong adalah untuk membeli material. sementara biaya operasional di lapangan tidak terlalu besar.

"Kami juga memiliki peralatan sendiri, sehingga bisa menekan biaya karena tidak perlu sewa alat. Paling yang biayanya naik dari anggaran awal adalah kebutuhan BBM terhadap peralatan tersebut, tapi tidak terlalu besar dibanding nilai total proyek," ujar Sarwa.

Selain Sarwa yang saat ini sedang mengerjakan proyek pembangunan Pasar Umum Tradisional Negara dan pengaspalan, Suroso, seorang suplier batu besar untuk proyek penahan ombak juga mengaku tidak terpengaruh kenaikan harga BBM.

Menurut Suroso, antara dirinya dan pemborong proyek tersebut sudah saling memahami dampak kenaikan harga BBM.

"Saya mencari batu-batu besar sampai di Jawa, otomatis ongkos transportasi dari sana naik setelah harga BBM naik. Hal ini dimengerti oleh pemborong, yang langsung menaikkan harganya," katanya.(GBI)

Pewarta: Oleh: Gembong Ismadi
: Gembong Ismadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026