Denpasar (Antara Bali) - Pembangunan bidang pendidikan di Kota Denpasar, Bali, telah mampu menjadi parameter dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sejajar dengan DKI Jakarta dan Yogyakarta.
Kabag Humas Pemkot Denpasar Erwin Suryadarma di Denpasar, Kamis mengatakan, keberhasilan itu tidak terlepas dari dukungan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk pengalokasian dana APBD untuk pendidikan yang melampaui standar nasional sebesar 20 persen.
Ia mengatakan, Pemkot Denpasar dalam menyukseskan program pendidikan mengalokasikan dana APBD sebesar 31 persen pada tahun 2008, meningkat menjadi 39,19 persen tahun 2009, dan untuk 2010 ini tentu lebih besar lagi.
Dengan demikian, lanjut dia, penyediaan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat dalam bidang pendidikan dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Erwin menambahkan, ketersediaan fasilitas pendidikan dalam jumlah memadai serta biaya yang terjangkau, menjadikan angka partisipasi sekolah cukup tinggi.
Angka partisipasi untuk jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) mencapai 153,12 persen, SMP 119,25 persen dan SMA tercatat 135,19 persen selama tahun 2009.
Angka siswa lebih besar dari jumlah penduduk pada usia sekolah. Hal itu menunjukkan banyak warga masyarakat dari luar Kota Denpasar yang melanjutkan jenjang pendidikan di Denpasar.
Erwin menjelaskan, fasilitas pendidikan yang tersedia di Kota Denpasar, antara lain taman kanak-kanak (TK) 209 unit, SD 218 unit, SMP 58 dan SMU 31 unit.
SMP dan SMU, baik negeri maupun swasta menunjukkan adanya peningkatan di banding tahun-tahun sebelumnya sebagai upaya menyukseskan program wajib belajar sembilan tahun, dan kini merintis wajib belajar 12 tahun.
Dengan ketersediaan fasilitas pendidikan sebanyak itu, Pemkot Denpasar terus berupaya mencerdaskan kehidupan masyarakat dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, ujar Erwin Suryadarma.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.