Perdagangan luar negeri tersebut didominasi oleh ekspor berbagai jenis perhiasan buatan perajin Bali yang mencapai 26 persen dari nilai ekspor, kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah III (Bali dan Nusra) Dwi Pranoto dalam laporannya yang Antara diterima Selasa.
Hasil perikanan, terutama tuna, di urutan kedua, yakni 21 persen, menyusul pakaian jadi 19 persen, kerajinan kayu berupa patung maupun perabotan rumah tangga sembilan persen dan furniture 7 persen. Kelima jenis itu memiliki pangsa 82,3 persen.
Perdagangan luar negeri Bali pada awal 2013 ada sedikit perubahan dari sektor perikanan yang paling banyak terakhir ini menjadi perhiasan yang memperoleh devisa tertinggi dengan pangsa pasar utama adalah konsumen dari negeri Belanda.
Sementara itu, perdagangan hasil laut dari Bali masih melorot akibat masih kurang membaiknya hasil tangkapan para pengusaha di laut lepas. Barang kerajinan jenis antik buatan Bali masih menjadi kegemaran masyarakat internasional. (*/ADT)
Pewarta: Oleh : I Ketut Sutika: I Nyoman Aditya T I
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.