"Kemarin spanduk yang kami pasang beberapa hari lalu masih baik. Namun, sekarang rusak," kata Juru Bicara DPD PDIP Bali Ketut Tama Tenaya di Denpasar, Minggu.
Ia menduga perobekan dilakukan dengan senjata tajam. Spanduk-spanduk pascapenghitungann suara pilkada Bali itu bertuliskan "Jangan bohongi rakyat Bali, Mari Hitung Ulang (buka C1)", dalam kondisi terbelah dua.
"Bahkan seusai dirusak, beberapa spanduk itu sudah raib. Seperti dua spanduk yang terpasang di dekat Kantor DPD PDIP Bali, kini sebut tak ada lagi di lokasi," katanya.
Menurut Tama Tenaya, spanduk-spanduk tersebut sudah diidentifikasi. "Ada yang dirobek menjadi dua, ada yang tinggal sebelah, bahkan ada yang hilang," ucapnya. (M038)
Pewarta: Oleh I Komang Suparta: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.