Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota Denpasar, Bali terus mengoptimalkan peran strategis 43 Koperasi Merah Putih yang telah dibentuk sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto khususnya dalam memastikan setiap koperasi desa beroperasi secara profesional dan memberi manfaat langsung kepada warga.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa usai mengikuti rapat evaluasi Percepatan Pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih secara virtual di Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa.
Arya Wibawa mengatakan program Koperasi Merah Putih merupakan inisiatif nasional yang ditujukan untuk menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan. Sehingga kehadirannya betul-betul tepat sasaran, melibatkan berbagai sektor dan menghidupkan ekonomi rakyat.
Di kota Denpasar sendiri saat ini terdapat 43 Koperasi Merah Putih yang sudah terbentuk dan beroperasi di wilayah Desa/Kelurahan.
"Melalui program Koperasi Merah Putih, masyarakat di Kota Denpasar diharapkan mendapat akses luas terhadap sumber daya ekonomi, peningkatan kapasitas, dan kelembagaan," ungkapnya.
Dalam rapat yang digelar secara daring tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan beberapa arahan berkaitan dengan perkembangan dan percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih di berbagai daerah.
Presiden Prabowo Subianto juga menekankan koperasi harus menjadi kekuatan utama dalam menciptakan keadilan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat, terutama yang berada di wilayah pedesaan.
“Dengan terbentuknya koperasi desa dan kelurahan, Indonesia bergerak menuju ekonomi yang lebih adil dan kuat. Koperasi adalah alat perjuangan rakyat dalam membangun kemandirian dan menghapus kemiskinan,” kata Presiden Prabowo.
Lebih jauh, Presiden Prabowo juga menegaskan negara memiliki kewajiban untuk hadir dan bergandengan tangan bersama rakyat dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang tangguh, inklusif, dan berkeadilan.
