"Objek wisata yang dikelola desa pekraman (adat) setempat mampu menghasilkan lebih dari Rp100 juta setiap bulannya dari retribusi karcis masuk dan parkir," kata Bendahara pengelola objek wisata tersebut, Dewa Putu Raka Selangga, Jumat.
Ia mengatakan, wisatawan mancanegara tertarik berkunjung ke objek wisata itu panorama alam sawah yang bertingkat-tingkat hampir mirip dengan kawasan subak Jatiluwih, Kabupaten Tabanan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia (WBD).
Objek wisata yang dikelola desa adat secara profesional itu, sejak dulu selalu ramai dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri.
Dewa Putu Raka menjelaskan, kondisi itu membawa dampak positif bagi masyarakat setempat, untuk berjualan dengan membangun toko kerajinan industri kecil serta rumah makan di sepanjang jalan wilayah Ceking, Tegallalang. (*/ADT)
Pewarta: Oleh I Putu ArthayasaUploader : I Nyoman Aditya T I
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.