London (Antara Bali) - Antropolog Belanda Sandra Niessen mengatakan kerajinan tenun ulos Batak mengalami kelesuan drastis selama 30 tahun terakhir dan terancam punah jika tidak ada usaha-usaha untuk menyelamatkannya.

Hal itu, kata pengurus Bonapasogit Panusunan Simanjuntak kepada Antara London, Rabu, disampaikan Sandra Niessen saat berbicara dalam  pertemuan perkumpulan masyarakat Batak Bonapasogit di Kerajaan Inggris Raya.

"Saya khawatir kerajinan tenun itu akan punah sama sekali," kata Sandra yang  mempelajari dan memberi kuliah serta menulis artikel dan buku tentang kebudayaan Batak, terutama seni tenun ulosnya, sejak 1979.

Sandra yang memperoleh gelar Ph.D. cum laude dari Universitas Leiden pada tahun 1985 dengan tesis "Motifs of Life in Toba Batak Texts and Textiles" banyak menulis buku mengenai kain Ulos, di antaranya bukunya yang berjudul "Batak Cloth and Clothing: A Dynamic Indonesian Tradition" terbit pada tahun 1993.

Buku terbarunya "Legacy in cloth: Batak textiles of Indonesia" terbit pada tahun 2009, berukuran kertas A4 setebal hampir 1.000 halaman dan ditulis dalam bahasa Inggris, memuat berbagai jenis ulos, penjelasan tentang teknik pembuatan dan kegunaannya, serta gambar lama dari orang yang mengenakan ulos. (*/DWA)

Pewarta: Oleh Zeynita Gibbons
: Dewa Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026