"Hasilnya adalah anak didik yang membenci pelajaran, meledek cara guru mengajar, dan diam-diam bosan dengan nasihat tentang masa depan yang sudah ditentukan orang tua," katanya dalam sambutan Dies Natalis Ke-49 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, bagaimana murid bisa berkembang jika berpikir atau berkata sedikit saja "di luar batas" atau "think out of the box", guru langsung mencapnya sebagai anak nakal atau orang tua yang tidak memberi perhatian tetapi malah mendikte.
"Hal itu hanyalah beberapa masalah yang sekiranya pantas menjadi perhatian para pendidik yang berada di universitas yang berfungsi sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK)," katanya.
Ia mengatakan, pendidikan yang mencerahkan adalah yang berlandaskan pada tiga jenis kecerdasan yakni kecerdasan akal, emosi, dan spiritual.
Guru yang memiliki ketiga jenis kecerdasan itu adalah pendidik yang telah mengalami pencerahan yang akan mencerahkan anak didiknya dengan cara menggali potensi hebat mereka, menimbulkan kuriositas mereka dengan melangsungkan proses belajar yang menarik, menghibur, dan menyenangkan. (LHS)
Pewarta: Oleh Bambang Sutopo Hadi: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.