Denpasar (Antara Bali) - PT Pertamina Area Pemasaran Region V mengatakan, seluruh stasiun pengisian bahan bakar minyak umum (SPBU) di Bali belum dipasang alat pemantau pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berbasis teknologi informasi atau sistem monitoring pengendalian (SMP).
"Seluruh SPBU di Pulau Dewata masih belum dipasang alat tersebut," kata Branch Marketing Manager Pertamina Bali and Nusa Tenggara Barat Iin Febrian di Denpasar, Selasa.
Jumlah SPBU yang ada di Pulau Dewata ada sebanyak 179 SPBU. Penjualan bahan bakar itu tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali.
Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk memasang alat yang dapat mengetahui jumlah BBM subsidi yang telah dipergunakan kendaraan dan apakah masih dalam batas kewajaran atau sebaliknya.
Berdasarkan data pemerintah, pemakaian wajar BBM kendaraan jenis sepeda motor adalah 0,7 liter per hari dan untuk mobil pribadi sekitar tiga liter. Sedangkan untuk angkutan umum, sekitar lima liter per hari.
Hal senada disampaikan Ni Made Surti selaku pengawas di SPBU 548.0133 yang berada di sekitar Jalan Imam Bonjol Denpasar. Dia mengatakan, sampai sekarang pihaknya belum mendapatkan informasi mengenai pemasangan alat tersebut. (IGT)
Pewarta: Oleh IGK Agung WEditor : I Gusti Ketut Agung Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.