Kasubdit Festival dan Eksibisi Film, Direktorat Pengembangan Industri Perfilman, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Molly Prabawaty kepada ANTARA London, Senin mengatakan selain "Sang Penari" film Indonesia lainnya "Rectoverso" juga diputar dalam European Premiere, di seksi Antipoedes, Cannes Cinephile 2013.
Sang Penari menceritakan kisah seorang penari bernama Srintil diperankan Prisia Nasution merupakan adaptasi dari novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya penulis asal Banyumas, Jawa Tengah Ahmad Tohari.
Selain Prisia film tersebut juga dibintangi Nyoman Oka Antara, Slamet Rahardjo, Dewi Irawan, Landung Simatupang, Hendro Djarot, Happy Salma, Teuku Rifnu, Tio Pakusadewo, Lukman Sardi.
Film Sang Penari menceritakan kisah cinta tragis seorang pemuda desa bernama Rasus (Oka Antara) dengan penari ronggeng bernama Srintil di desa kecil yang dirundung kemiskinan, kelaparan, dan kebodohan dengan setting Indonesia tahun 1960-an yang penuh gejolak politik.
Sementara itu "Rectoverso" adalah film omnibus atau antologi Indonesia bernuansa cinta yang dirilis pada 14 Februari 2013, merupakan adaptasi dari novel karya Dewi "Dee" Lestari berjudul Rectoverso yang dirilis pada 2008. (LHS)
Pewarta: Oleh: Zeinita Gibbons: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.