Denpasar (Antara Bali) - PT Pos Indonesia (Persero) menargetkan "market share" di bisnis dalam jasa pengiriman paket dan surat di Tanah Air menjadi 20-25 persen pada lima tahun ke depan.
"Saat ini market share kami di segmen bisnis tersebut adalah 15 persen. Lima tahun ke depan kami tingkatkan jadi 25 persen," kata Direktur Utama Pos Indonesia I Ketut Mardjana usai membuka gerai "Postshop" pertama di Denpasar, Selasa.
Untuk meningkatkan diperlukan berbagai upaya, seperti memperbaiki bisnis model dan jejaring sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat kepada para pelanggan.
Potensi bisnis lainnya yang belum tergarap dengan baik adalah jasa pengiriman logistik yang marketnya mencapai ratusan triliun rupiah, namun perusahaan milik negara tersebut baru dapat menyerap pendapat dari segmen usaha itu sekitar Rp200 miliar.
Mardjana menjelaskan, empat segmen usaha lain dari Pos Indonesia adalah jasa keuangan, ritel, properti dan teknologi informatika.
"Dalam jasa keuangan kami tidak hanya melayani jasa pengiriman uang dan pembayaran tagihan saja namun juga berperan sebagai bank yang bisa memberikan pinjaman serta mengumpulkan tabungan. Hal itu tentunya bekerja sama dengan sejumlah bank," ucapnya.
Pihaknya juga berencana menjadikan sejumlah aset menjadi lahan properti yang bisa disewakan atau diubah menjadi hotel, seperti yang ada di kawasan Pulau Dewata.
Pewarta: Oleh IGK Agung WEditor : I Gusti Ketut Agung Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.