"Kontraksi tersebut akibat sektor pertanian serta perdagangan, hotel dan restoran (PHR) masing-masing mengalami pertumbuhan negatif -2,97 persen dan 0,27 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Gede Suarsa di Denpasar, Senin.
Ia mengatakan, sektor lain di luar bidang pertanian dan PHR juga tumbuh melambat, akibat menurunnya nilai tambah dari subsektor tanaman bahan makanan sebesar -5,20 persen dan perikanan -2,85 persen.
Pada sektor perdagangan, hotel dan restoran penurunan laju pertumbuhan yang terjadi lebih banyak akibat menurunnya nilai tambah dari subsektor hotel sebesar -1,85 persen dan restoran -0,56 persen.
Gede Suarsa menambahkan, sebaliknya sektor-sektor lain tetap tumbuh, walaupun mengalami perlambatan. Untuk sektor penggalian dan kontruksi tumbuh cukup tinggi yakni sebesar 3,10 persen dan 3,05 persen. (*/ADT)
Pewarta: Oleh : I Ketut Sutika: I Nyoman Aditya T I
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.