"Hal ini bukan berarti saya secara pribadi menolak rencana pembangunan bandara di wilayah Kabupaten Buleleng itu," kata pria yang akrab disapa Lolak itu di Denpasar, Jumat.
Menurut dia, alangkah lebih baiknya jika dana pembangunan bandara yang begitu besar dipergunakan untuk membangun infrastruktur lainnya guna mendukung pengembangan wilayah tersebut.
Pembangunan infrastruktur lain itu, seperti membangun monorel dari Denpasar menuju Buleleng atau membuat jalan tembus dari kedua wilayah tersebut sehingga memperpendek jarak tempuh. "Pembangunan bandara itu akan menghabiskan lahan yang ada karena diperlukan sangat banyak. Untuk kawasan bandara saja memerlukan paling sedikit sekitar ratusan sampai 1.000 hektare," ujarnya.
Lahan itu hanya untuk kawasan bandar udara saja, belum diperhitungkan pembangunan sarana atau fasilitas pendukung lainnya.
Menurut dia, pembangunan bandara di wilayah utara Pulau Dewata itu bertujuan untuk meningkatkan jumlah wisatawan dari luar negeri dengan menyiapkan landasan lebih besar sehingga kapal berukuran jumbo bisa datang ke Bali.
Hal itu dinilai terlalu memaksakan, karena sudah ada bandara di Bali ini, termasuk di wilayah timur Indonesia terdapat Bandara Internasional lainnya yang bisa didatangi pesawat berukuran besar. (IGT)
Pewarta: Oleh IGK Agung W: I Gusti Ketut Agung Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.