Denpasar (Antara Bali) - Sedikitnya 600 polisi akan diterjunkan untuk mengamankan jalannya pawai ogoh-ogoh, boneka berukuran besar menyerupai raksasa, dalam rangkaian Hari Suci Nyepi di Bali, kata Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar.

Petugas sebanyak itu akan dikerahkan saat umat Hindu mengusung ogoh-ogoh ke sejumlah ruas jalan pada Senin (15/3) mendatang, sehari sebelum tibanya Nyepi, kata Gde Sugianyar di Denpasar, Selasa.

Sekitar 3.500 boneka raksasa dengan wajah yang umumnya menyeramkan pada hari itu akan memenuhi dan berlalu-lalang di hampir semua ruas jalan di Pulau Dewata.

"Raksasa" yang umumnya terbuat dari bahan rangkaian bambu, kayu, dan berkulitkan kertas aneka warna, akan menari di jalanan umum sejak Senin petang hingga larut tengah malam, yang oleh masyarakat Hindu disebut Malam Pengrupukan.

Sugianyar mengatakan, dari sekitar tiga ribu lebih ogoh ogoh yang akan pentas di jalanan itu, jumlah terbesar berada di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Sehubungan dengan itu, operasi pengamanan jalannya pengerupukan itu lebih ditekankan pada dua wilayah tersebut.

Namun demikian, petugas di sejumlah kabupaten lain juga tetap disiagakan dalam jumlah yang cukup, baik pada Malam Pengerupukan maupun sepanjang Hari Suci Nyepi yang berlangsung Selasa (16/3).

Khusus saat Nyepi, petugas tidak lagi turun ke jalan, melainkan akan disiagakan secara "on call" di setiap markas Polres/Poltabes se Bali.

"Ini artinya, petugas yang siaga setiap saat dapat dikerahkan ke tempat kejadian bila tiba-tiba muncul peristiwa yang tidak diinginkan saat umat melaksanakan 'brata penyepian'," ujarnya.

Mengenai pawai ogoh-ogoh, kata Sugianyar, bisa dibayangkan bahwa patung raksasa yang umumnya akan turun secara serempak ke jalan raya tersebut dengan sendirinya akan membuat jalanan menjadi "lautan" boneka.

Sehubungan dengan itu, Kabid Humas mengimbau para pemakai jalan raya untuk dapat menyesuaikan diri agar tidak terjebak kemacetan akibat "demo" ogoh-ogoh yang berlangsung selama lebih dari enam jam itu.

Menurut dia, sebaiknya masyarakat tidak usah berkendara pada jam-jam berlangsungnya Malam Pengrupukan, sehari sebelum tibanya Hari Suci Nyepi.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026