Pantauan di lapangan, saat paket soal UN sampai di SMAN 1 Negara, puluhan kepala sekolah dan guru SMP minta ijin kepada Dinas Dikporaparbud Jembrana untuk mengecek kelengkapan soal.
Saat soal yang dibungkus kardus dibongkar, diketahui terjadi kekurangan untuk beberapa sekolah seperti SMPN 2 dan 4 Melaya, yang paket soal ujian Bahasa Inggris kurang satu amplop, atau 20 lembar soal.
Kekurangan juga terjadi untuk soal SMPN 1 Negara, untuk mata ujian IPS, Bahasa Inggris dan Matematika yang masing-masing kurang satu amplop.
Hal yang sama juga terjadi untuk soal SMP Nasional Berambang, SMP Swastika Karya yang masing-masing kekurangan satu amplop.
Kekurangan soal terbanyak menimpa SMPN 2 Mendoyo, yaitu untuk soal Matematika kekurangan 16 amplop dan IPA 2 amplop.
Terkait dengan kekurangan soal ini, Sekretaris Dinas Dikporaparbud Jembrana, I Putu Pery Yanto mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Bali.
Ia berharap, kekurangan soal ini bisa segera diatasi, sehingga tidak menganggu jalannya ujian.
Dari SMAN 1 Negara, soal ujian ini akan disimpan di masing-masing Kepolisian Sektor (Polsek) sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.
Data Dinas Dikporaparbud Jembrana, sebanyak 2.190 murid SMP tercatat sebagai peserta UN, dan 36 orang peserta ujian Paket B. (GBI/IGT)
Pewarta: Oleh Gembong IsmadiEditor : I Gusti Ketut Agung Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.