"Lebih dari 45 persen masyarakat Bali mengandalkan pendapatan dari sektor pertanian," kata Ketua Pusat Penelitian Subak Universitas Udayana, Prof Dr I Wayan Windia di Denpasar, Rabu.
Ia mengatakan, meskipun sektor pertanian mejadi tumpuan harapan masyarakat Bali, selain jasa pariwisata serta pengembangan industri kecil dan kerajinan rumah tangga, perkembangan sektor pertanian tetap saja rendah, yakni hanya 2,1 persen.
"Pertumbuhan pertanian yang rendah, sementara penduduk yang bekerja di sektor pertanian masih sangat besar, berarti produktivitasnya rendah," ujar Prof Windia.
Hal itu erat kaitannya dengan investasi bidang pertanian yang relatif kecil yakni kurang dari satu persen.
Wayan Windia menjelaskan, nilai tambah dalam sektor pertanian paling rendah dibanding dengan sektor industri maupun jasa bidang pariwisata. (*/ADT)
Pewarta: Pewarta : I Ketut Sutika: I Nyoman Aditya T I
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.