"Kendala tersebut penting untuk dapat dicarikan solusinya, sehingga sektor UMKM senantiasa dapat berkembang," kata Pimpinan Bank Indonesia Denpasar Jeffrey Kairupan di Denpasar, Rabu.
Ia mengatakan, pihaknya mengingatkan agar bank-bank ke depannya bisa mempermudah akses bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan kredit.
"Kami harakan semua pihak termasuk eksekutif melalui dinas-dinas harus ikut berupaya memberi informasi yang seluas-luasnya tentang prosedur untuk mendapatkan kredit di perbankan," katanya.
Jika sudah memenuhi prosedur di perbankan sekali saja, kata dia, maka selanjutnya akan menjadi lebih mudah.
Menurutnya, mengenai penetapan suku bunga kredit sepenuhnya merupakan kewenangan bank yang bersangkutan. Hanya saja BI mengingatkan bank-bank yang mematok bunga kredit terlalu tinggi lambat-laun akan ditinggalkan oleh nasabah atau masyarakat.
Dikatakan, sebenarnya bank sudah memiliki hitungan masing-masing. Biaya operasional pembiayaan mikro biasanya lebih mahal dari kredit untuk sektor lainnya.
Sebab, kata dia, resiko yang ditanggung oleh bank juga relatif lebih besar, dibanding sektor lain.
"Masyarakat harus lebih pintar dalam memilih bank. Pilih yang memberi bunga kredit dan yang lebih murah," ucapnya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.