"Memang, pada saat akhir pekan atau liburan panjang, okupansinya cukup tinggi, bahkan banyak yang tidak kebagian kamar. Tapi, okupansi hariannya sangat rendah," katanya di Malang, Rabu.
Ia mengemukakan okupansi harian hotel di daerah itu masih di bawah 51 persen, sehingga masih belum perlu ada pembangunan hotel baru, bahkan pertumbuhannya harus mulai dibatasi.
Menurut dia, ada banyak dampak negatif bila terjadi kelebihan jumlah kamar hotel atau penginapan, di antaranya adalah kemungkinan munculnya persaingan tidak sehat dan hotel-hotel lama tidak akan sanggup bersaing, terutama hotel-hotel kelas melati. (IGT)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.