Ternate (Antara Bali) - Panitia Festival Legu Gam tetap akan menggelar ritual adat fere kie di Gunung Gamalama, meskipun gunung yang terletak di tengah Pulau Ternate, Maluku Utara, itu kini dalam status waspada level II.

Ketua Panitia Festival Legu Gam Arifin Djafar mengatakan di Ternate, Sabtu, Gunung Gamalama kini dalam status waspada level II, tetapi belum membahayakan untuk menggelar ritual adat fere kie di gunung api setinggi 1.700 dari permukaan laut itu.

Oleh karena itu, ritual adat fere kie yang merupakan salah satu kegiatan utama dalam setiap penyelenggaraan Festival Legu Gam tetap akan dilaksanakan pada awal April, kecuali kalau aktivitas vulkanik Gunung Gamalama dianggap sudah membahayakan bagi para pendaki.

Ia mengatakan, ritual adat fere kie atau mendaki di Gunung Gamalama merupakan ritual yang telah dilaksanakan sejak zaman dahulu untuk meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar wilayah Ternate dibebaskan dari segala bencana.

Ritual adat fere kie itu dilaksanakan di puncak Gunung Gamalama di kawasan kuburan keramat. Sampai saat ini tidak ada yang mengetahui siapa yang dikuburkan di lokasi itu, namun masyarakat setempat percaya bahwa kuburan itu milik para orang suci.(DWA/IGT)


Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026