Ketua Program Studi Seni Rupa Murni ISI Denpasar Drs I Wayan Kondra MSi, di Denpasar, Kamis, menjelaskan, pameran itu sebagai bentuk apresiasi dan pertanggungjawaban publik dari program studi yang dipimpinnya.
"Karya yang ditampilkan adalah karya mahasiswa semasa menempuh pendidikan di semester I, sehingga ini dapat menjadi tolak ukur perkembangan mahasiswa ISI Denpasar dalam berkarya setelah menempuh pendidikan di Seni Rupa Murni ISI Denpasar," katanya.
Sebanyak 56 karya lukis dan delapan karya patung dipamerkan. Lewat pameran ini diharapkan dari awal mahasiswa sudah mendapatkan masukan dan kritik dari publik terhadap hasil awal dari perkuliahan di ISI Denpasar.
"Sesuai dengan tema yang diambil yaitu 'Back to the basic', maka 'basic' juga dapat diartikan bahwa kita harus kembali ke alam untuk menjaga dan melindungi pelestarian alam. Karya-karya yang dipamerkan membawa pesan sentilan kepada umat manusia untuk turut melestarikan keasrian alam," ujarnya.
Sementara Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Wayan Rai S MA menyatakan, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap mahasiswanya yang sejak awal sudah berani menunjukkan hasil karyanya selama satu semester.
Apalagi, meskipun merupakan karya awal para mahasiswa, sudah ada sekitar 15 karya lukis telah laku terjual. Hal itu dianggap sebagai pembuktian atas kualitas karya mahasiswa ISI Denpasar yang telah mempu bersaing di tengah pasar bebas serta memenuhi keinginan pasar.
"Diharapkan pameran ini dapat membangun dialog apresiatif serta mampu membangkitkan karya mahasiswa lewat masukan dan kritikan dari masyarakat," katanya.
Pada kesempatan itu, Rektor ISI Denpasar mengajak mahasiswanya untuk menaklukkan dunia lewat karya seni dan kasih sayang.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.