Denpasar (Antara Bali) - PT Garuda Indonesia Denpasar kini memacu penjualan tiket melalui "Garuda Online Sales (GOS)", dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang pesawat tersebut.

General Manager Garuda Indonesia Denpasar Bagus Y Siregar di Denpasar, Selasa mengatakan, tahun 2010 penjualan tiket Garuda melalui GOS ditarget sebesar lima hingga tujuh persen.

"Kami berupaya melakukan langkah antisipasi pasar. Ada sejumlah pasar yang berada di wilayah abu-abu yang harus kami garap. GOS inilah solusi untuk pasar yang selama ini belum tergarap oleh Garuda," kata Bagus Y Siregar usai bertemu dengan pengurus Asosiasi Perusahaan Agen Penjualan Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo) Bali.

Dikatakan, pemanfaatan penjualan tiket secara "online" memiliki keuntungan bagi masyarakat, konsumen dan Garuda sendiri.

"Maskapai asing sudah lama melakukan penjualan secara 'online', dan kami tidak bisa menutup mata dengan tren masyarakat modern. GOS ini juga mempermudah para sub agen untuk melakukan penjualan tiket Garuda," katanya.

Ia mengatakan, keberadaan GOS tidak akan merusak atau memotong pasar para agen tiket Garuda yang saat ini ada 34 buah di Bali. Kekhawatiran para anggota Astindo Bali terhadap GOS ini dinilainya wajar karena persoalan komunikasi.

"Kami sudah jelaskan secara detail kepada mereka mengenai alasan mengapa kami melakukan GOS," ucapnya.

Dikatakan, pertemuan pihak Astindo sebagai organisasi agen penjual tiket, ke depannya akan diadakan lagi dengan lingkup yang lebih luas untuk menjawab kesimpangsiuran perihal "distribution channel".

"Keberadaan GOS dan agen akan berjalan beriringan, bukan saling mematikan," kata Bagus Siregar.

Ia mengatakan, pemanfaatan penjualan tiket secara "online" bisa menekan biaya kertas. Tahun 2007 lalu jumlah trafik Garuda sebanyak tujuh juta. Biaya tiket tiap penumpang mencapai dua dolar, maka total biaya yang harus dikeluarkan Garuda mencapai 14 juta dolar.

"Dengan tiket 'online' kami bisa menghemat biaya hingga 13 juta dolar," ucap Bagus Siregar.

Ketua Astindo Bali Junaidi Januar menyatakan, pihaknya telah mendapat penjelasan mengenai GOS secara jelas dari Garuda Indonesia.

"Kami berpikir positif saja terhadap GOS. Namun kami berharap mereka juga mengerti kondisi para agen tiket resmi Garuda," katanya.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026