"Peluang kerja di luar negeri tinggi tapi masyarakat belum maksimal mendapatkan informasi. Mungkin karena sosialisasi dari pemerintah daerah masih kurang," katanya di Denpasar, Kamis.
Ia menganggap pemerintah daerah hingga saat ini kurang serius menggarap pasar kerja luar negeri, khususnya mengarahkan dan memfasilitasi warga miskin agar bisa mendapat pekerjaan yang layak dan mampu meningkatkan kualitas ekonomi keluarganya.
"Kami sudah sosialisasikan peluang kerja dan tata cara mencari kerja di luar negeri. Namun pemerintah daerah melalui dinas tenaga kerja (Disnaker) kabupaten dan kota belum responsif atas peluang itu. Kesannya pemerintah tidak greget mengatasi pengangguran dan kemiskinan di Bali," ucapnya.
Menurut dia, bursa kerja luar negeri dan sosialisasai tata cara mencari kerja di luar negeri digelar BP3TKI Denpasar beberapa waktu lalu, baru Pemkot Denpasar melalui Disnaker Denpasar ada keinginan menanyakan informasi dan persyaratan apa saja yang dibutuhkan untuk menangkap peluang kerja itu.
Padahal saat ini ada saat ada ribuan lowongan kerja di luar negeri, di antara untuk kebugaran (spa) terapis sebanyak 4.050 permintaan, sektor lainnya seperti di kapal sungai, pengeboran minyak, pertukangan kayu (furniture), perkebunan totalnya sebanyak 878 lowongan kerja. (*/M038)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.