Tabanan (Antara Bali) - Calon Wakil Gubernur Bali dari Partai Golkar dan Partai Demokrat I Ketut Sudikerta menyiasati penolakan warga Desa Kesiut, Kabupaten Tabanan, dengan mengadakan lomba memancing di Tukad Balian, Sabtu.

Lomba memancing di aliran sungai di Kecamatan Selemadeg Barat itu diikuti ratusan warga dari berbagai desa di Kabupaten Tabanan.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Badung yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali itu memaparkan visi dan misinya mendampingi Calon Gubernur Made Mangku Pastika.

Sudikerta menyayangkan sikap perangkat Desa Kesiut yang ditunggangi kepentingan politik salah satu pasangan calon untuk menolak kehadirannya yang direncanakan pada Sabtu dan Minggu (24/2).

"Dalam berdemokrasi seharusnya kita mengutamakan kepentingkan masyarakat, bukan untuk pribadi semata," katanya.

Ia menentang upaya menekan masyarakat untuk menolak salah satu pasangan calon tertentu. "Menekan masyarakat itu dampaknya tidak akan baik bagi pendidikan politik," katanya.

Justru dia memberikan kebebasan sikap politik kepada masyarakat. "Silakan masyarakat memilih pemimpin sesuai hati nurani. Masyarakat bisa memilih pemimpin yang punya kualitas," kata Sudikerta.

Lomba memancing di Tukad Balian itu difasilitasi oleh anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali I Made Sudana yang baru saja dipecat dari fraksinya.

"Penolakan terhadap salah satu pasangan calon sangat mencederai demokrasi. Seharusnya masyarakat diberi kebebasan untuk memilih," kata Sudana. (EKA/M038)



: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026