Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah H Lalu Putria yang dihubungi dari Mataram, Kamis, mengatakan masyarakat Dusun Sade pola hidupnya masih penuh dengan kesederhanaan, namun mereka cukup kreatif dalam mengolah bahan-bahan seperti kayu, bambu dan jerami menjadi barang kerajinan yang unik.
"Arsitektur rumah mereka masih mempertahankan gaya tradisional suku Sasak dan menggunakan bahan yang ada di sekitarnya, seperti lantai rumah masih memakai kotoran ternak yang dicampur dengan tanah," katanya.
Ia mengatakan, hampir semua penduduk Sade mampu membuat aneka kerajinan seperti patung khas suku Sasak, gelang, cicin, kalung, gantungan kunci yang terbuat dari tanduk kerbau pilihan yang diolah secara apik dan warnanya didominasi cokelat.
Kerajinan yang dihasilkan masyarakat Dusun Sade, kata Putria, desainnya unik, kecil memanjang, tidak seperti patung umumnya. Hasil kerajinan yang menarik di dusun tradisional itu antata lain produk kain tenun Lombok atau songket.
Pada awalnya, menurut dia, perajin suku Sade hanya membuat kain tenun, tetapi seiring perkembangan pariwisata akhirnya mereka memproduksi baju, sarung, sajadah dengan desain unik khas daerah setempat. (*/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.