Ketua DPC PDI Perjuangan Tabanan I Made Sudana dalam pidato politiknya menyatakan alasan dipilihnya tempat pelaksanaan Konfercab di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Bali karena lebih aman dan pengurus provinsi tidak perlu lagi ke daerah.
"Di tempat ini akan lebih aman, tidak ada intervensi dari kelompok yang berkepentingan, sehingga Konfercab akan menghasilkan pemimpin PDI Perjuangan Tabanan yang dikehendaki rakyat," ucap Sudana.
Ia mengharapkan, dalam pemilihan ketua hendaknya dilakukan secara musyawarah mufakat, sehingga mampu memilih pemimpin yang mempunyai komitmen membesarkan partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
"PDIP Tabanan tidak ada perpecahan. Terjadinya aksi perusakan posko PDIP di sejumlah tempat belakangan ini adalah dinamika politik, hal tak perlu dikhawatirkan," ucap Sudana yang juga anggota DPRD Bali ini.
Sudana berpesan siapapun nanti yang terpilih menjadi Ketua PDIP Tabanan periode 2010-2015 diminta mampu membesarkan partai dan mengamankan pelaksanaan pilkada yang digelar 4 Mei 2010 ini.
"Saya berharap jajaran PDIP untuk mengamankan dan menciptakan situasi kondusif dalam pelaksanaan pilkada mendatang," katanya.
Menurutnya, jika mampu menciptakan situasi kondusif dalam pilkada berarti warga masyarakat telah dewasa dalam menyikapi politik di tanah air.
"Saya yakin jajaran PDIP dan simpatisan akan mampu menciptakan situasi aman dalam pilkada mendatang. Dengan demikian partai ini akan mampu menempatkan simpati kepada rakyat Tabanan" ujarnya.
Sementara Ketua DPD PDIP Bali yang diwakili sekretarisnya I Nyoman Parta dalam sambutan pembukaan Konfercab itu mengharapkan ketua PDIP Tabanan yang terpilih agar mampu membawa nama baik partai dan semangat memperjuangkan kepentingan rakyat.
"Hendaknya ketua terpilih beserta jajarannya agar selalu memperjuangkan kepentingan warga Tabanan, karena partai ini adalah partai rakyat," katanya.
Pada Konfercab tersebut juga hadir Nyoman Adi Wiratama ayah Ni Putu Eka Wiryastuti Cabup Tabanan dan ratusan simpatisan yang datang dari Kabupaten Tabanan dengan pengawalan dari aparat kepolisian.
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.