Denpasar (Antara Bali) - Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang dipimpin ketuanya Bambang Soesilo mengadakan pertemuan dengan jajaran Pemprov Bali di Denpasar, Senin.
Ikut serta dalam rombongan tersebut Kadek Arimbawa, anggota DPD RI asal Bali, yang mengadakan pertemuan dengan Sekda Bali I Nyoman Yasa membahas berbagai masalah mengenai Bali.
Kadek Arimbawa menjelaskan, rombongan DPD RI ke Bali bertujuan untuk mengetahui penerapan UU Nomor 30 Tentang Ketenagalistrikan, UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara serta UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.
Sejumlah hal menjadi sorotan dalam sesi diskusi, antara lain masalah kemacetan dan ketersediaan listrik di Pulau Dewata.
Sejumlah anggota DPD yang sudah beberapa hari berada di Bali menilai ruas-ruas jalan di Bali relatif sempit dalam menampung volume kendaraan yang makin padat, sehingga kemacetan tidak dapat dihindari.
"Jika masalah kemacetan lalu lintas tidak segera dicarikan solusi, dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap perkembangan pariwisata Pulau Dewata," katanya.
Demikian pula ketersediaan listrik sangat terbatas, sehingga permasalahan itu perlu ditanggulangi secara tuntas, sehingga tidak mengganggu sektor pariwisata, harap Kadek Arimbawa.
Ketua Komite II DPD RI Bambang Soesilo menambahkan, pemerintah daerah jangan pernah merasa takut dengan jajaran DPD RI. Sebab, jajaran DPD merupakan partner pemerintah daerah.
"DPD akan berusaha membantu memperjuangkan aspirasi daerah kepada pemerintah pusat," ujarnya.
Sekda Nyoman Yasa mengakui, ruas jalan di Bali memang tergolong sempit. Apalagi dengan pertumbuhan kendaraan yang terbilang tinggi, menyebabkan sejumlah ruas jalan di Bali tidak mampu menampung kendaraan hingga menyebabkan kemacetan.
Sementara untuk melebarkan dan pembangunan jalan baru, Bali terkendala masalah anggaran. Hal ini mengingat mahalnya harga tanah di Pulau Dewata.
Pemprov Bali sudah punya sejumlah rencana terkait infrastruktur jalan diantaranya pembangunan jalan alternatif Serangan-Tanjung Benoa yang bertujuan memecah kemacetan di Jalan By Pass Ngurah Rai.
Selain itu gagasan membangun jalan layang di sejumlah titik kemacetan. Wacana pembangunan jalan layang sejatinya sudah bergulir sejak lama, namun masih menjadi prokontra di kalangan masyarakat.
"Gagasan pembangunan jalan layang mulai mendapat sinyal positif dari institusi keagamaan dan adat," ujar Nyoman Yasa seraya berharap ide pembangunan jalan layang bisa segera terealisasi di sejumlah titik guna mengatasi kemacetan. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.