"Peringatan delapan tahun tsunami kita lakukan pada Selasa kemarin di Asrama Foba Jakarta Selatan," kata ketua panitia pelaksana, Rahmat Musfikar di Jakarta, Rabu.
Dalam acara peringatan tersebut, para mahasiswa dan pemuda Aceh yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya menampilkan pertunjukan seni, muhasabah dan pelantikan kepengurusan organisasi Kompa Jaya periode 2012-2014.
Pertunjukan seni berupa musikalisasi puisi oleh seniman Aceh, Fikar W Eda serta penampilan musik dari grup Jroeh Aceh, testimoni para korban Tsunami, nasyid dari Kompa Jaya dan tari Likok Pulok.
Rahmat mengatakan, inti acara peringatan gempa dan tsunami tersebut sebagai momentum agar masyarakat Aceh bisa menjaga perdamaian dan merenungkan dampak dari tsunami yang telah memberikan perubahan di segala lini kehidupan masyarakat.
"Acara ini sebagai momentum bahwa janganlah menganggap tsunami itu hanya sebatas kenangan belaka. Sepatutnya adalah sebuah teguran atau peringatan yang harus diambil hikmahnya sehingga melahirkan perdamaian di Serambi Mekah," katanya. (*/DWA/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.