Negara (Antara Bali) - Bupati Jembrana I Putu Artha menolak persepsi perayaan Natal di wilayah barat Bali itu tidak aman, meskipun dilakukan penjagaan ketat di gereja-gereja oleh aparat gabungan dari TNI, Polri serta "pecalang" atau petugas keamanan adat.

"Penjagaan ketat ini bukan berarti Jembrana tidak aman, tapi sudah menjadi tugas aparat untuk menjaga wilayah, termasuk saat perayaan Natal," kata Bupati Artha ketika mengunjungi beberapa gereja, Selasa.

Saat berkeliling ke gereja-gereja bersama unsur Muspida Jembrana, Artha minta masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan, apalagi tahun depan ada pemilihan Gubernur Bali.

"Keamanan dan toleransi saat Natal ini harus tetap kita pertahankan selamanya. Meskipun ada pesta demokrasi seperti pemilihan gubernur, saya minta masyarakat tetap rukun," ujarnya.

Bupati Artha sendiri sejak Senin (24/12), sudah berkeliling ke berbagai gereja dan menyempatkan diri melakukan dialog dengan tokoh-tokoh gereja.

Pantauan di lapangan, secara umum pelaksanaan misa malam natal dan misa natal berjalan aman, dan aparat kepolisian berjaga di seluruh gereja. (GBI/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026