Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat Lalu Syafi'i di Mataram, Minggu, mengatakan dalam standar operasional prosedur peran dan tanggung jawab PT lebih dominan, karena hasilnya akan dimanfaatkan sebagai bahan seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
"Kalau dulu perguruan tinggi memiki peran dan tanggung jawab yang sama, pada UN 2013 ini PT lebih dominan khususnya untuk tingkat SMA/MA dan SMK. Sementara untuk ujian UN SMP/MTs dan SD itu menjadi tanggung jawab kami," katanya.
Mulai dari pencetakan naskah soal UN hingga menentukan pengawas ruangan ditetapkan dengan surat keputusan (SK) rektor, namun tetap berkoordinasi dengan Dinas Dikpora NTB. Ini menunjukkan kewenangan yang diberikan kepada perguruan tinggi cukup besar.
"Namun dalam hal ini kami bukan hanya menonton, tetapi tanggung jawab PT lebih besar, mereka tetap berkoordinasi dengan kami. Karena itu rektor akan sibuk mengirim tim untuk melakukan pengawasan di lapangan, dengan cara ini kita harapkan hasil UN 2013 ini benar-benar dapat dipertanggungjawabkan secara akademik," katanya.(*/DWA/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.