Denpasar (Antara Bali) - Bank Indonesia wilayah III Bali Nusra mencatat realisasi perdagangan ekspor nonmigas Pulau Dewata ke China mengalami defisit sekitar 7,7 juta dolar AS selama Januari-Agustus 2012.

Realisasi impor berbagai mata dagangan nonmigas dari China selama delapan bulan I-2012 tercatat 29,5 juta dolar, kata Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia Denpasar, Sunarto dalam laporannya, Jumat.

Sementara perdagangan aneka barang kerajinan dan hasil industri kecil daerah ini yang memasuki pasar China hanya seharga 21,8 juta dolar AS, sehingga terdapat selisih kurang 7,7 juta dolar AS.

Besar perbedaan nilai perdagangan itu, akibat impor dari China selama triwulan III-2012 saja mengalami peningkatan signifikan sebesar 64,68 persen (yoy) dengan produk yang dibeli antara lain automatic dan data processing.

Disamping itu Bali yang memiliki usaha industri kecil tekstil dan produk tekstil untuk mata dagangan ekspor mendatangkan bahan baku yang umumnya dibeli dari rekan bisnisnya di China, disamping matadagangan nonmigas lainnya.

Pakaian buatan China berharga murah, banyak diimpor untuk keperluan masyarakat daerah ini. Sementara ekspor aneka barang kerajinan dan komoditas nonmigas Bali ke China termasuk Hongkong, sebenarnya terus naik, mencapai 21,8 juta dolar AS selama Januari-Agustus 2012. (*/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026