"Selama 2002-2011 meningkat 28 kali lipat. Terdapat 404 kabupaten dan kota dengan jumlah penduduk 115 juta jiwa tinggal di daerah rawan sedang hingga tinggi dari bahaya puting beliung di Indonesia," katanya di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan sebaran rawan tinggi puting beliung di sepanjang barat Sumatra, Pantura Jawa, NTT, selatan Sulsel. Bencana puting beliung menyebar di perkotaan, pedesaan, dan pesisir pantai.
Hingga saat ini, katanya, sistem peringatan dini puting beliung belum tersedia sehingga sarana pendukung untuk penyampaian informasi kepada masyarakat masih terbatas.
Hal itu, katanya, disebabkan kecilnya cakupan terjangan puting beliung, hanya kurang dari dua kilometer, waktu kejadian kurang dari 10 menit, dan tidak semua awan CB (Cumulonimbus) selalu menimbulkan puting beliung.
"Selama ini kita hanya mengimbau kepada masyarakat agar tidak berada ataupun berlindung pada bangunan yang rapuh, seperti rumah, 'bailboard', pohon, dan lain-lain," katanya.
Ia mengatakan BNPB, BMKG, dan BPPT telah melakukan diskusi untuk mencarikan solusi dari ancaman bencana itu. (LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.