Kuta (Antara Bali) - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Daerah Bali berjanji akan mengaspirasikan keinginan para pekerja terkait kenaikan upah minimum provinsi (UMP) kepada pemerintah daerah guna menyikapi tuntutan pekerja.
     
"Jika ada indikasi ke arah sana (tuntutan) kami akan bersuara kepada pemerintah untuk di kaji lebih lanjut," kata Ketua Hipmi Bali, Putu Pasek Sandoz Prawirottama, di sela-sela pertemuan "Hipmi Economic Outlook 2013" di Kuta, Kabupaten Badung, Rabu.
     
Menurut dia pihaknya akan membantu karyawan untuk menemukan solusi terkait UMP yang baru-baru ini ditetapkan Pemprov Bali sebesar Rp1,181 juta.
     
Meski besaran UMP di Bali lebih kecil dibandingkan UMP DKI Jakarta sebesar Rp2,2 juta, namun menurut Sandoz UMP Bali dinilai sudah mencukupi kebutuhan pekerja di Pulau Dewata karena sebagian besar pekerja di Bali terkonsentrasi di sektor pariwisata yang ada "service charge".
     
"Untuk biaya hidup di Bali itu (UMP Rp1,181 juta) masih bisa ter-'cover' jadi tidak masalah, masih layak di Bali," katanya.
     
Meski suasana di Pulau Dewata jauh kondusif dibandingkan daerah lainnya, namun lanjut Sandoz, pihaknya berjanji akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengkomunikasikan adanya tuntutan kenaikan UMP.(DWA)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026